Erupsi Anak Krakatau Menutup Bandara Jakarta (CGK) Dua Hari — Kronologi Lengkap dan Situasi Terkini

Citra satelit erupsi Anak Krakatau di Selat Sunda, dengan kolom abu cokelat yang menyebar ke timur melintasi laut ke arah Jawa dan Banten.
Abu dan gas vulkanik Anak Krakatau bergerak ke timur di atas Selat Sunda pada 5 September 2026, terekam instrumen VIIRS pada satelit Suomi NPP. Sumatra di kiri atas, Jawa dan Banten di kanan — arah abu menuju Jakarta. Foto: NASA Earth Observatory/Michala Garrison

Status: CGK terbuka dan beroperasi normal, skenario perubahan rute disiapkan.

Soekarno-Hatta kembali dibuka tepat setelah tengah malam pada Selasa 8 September 2026 setelah ditutup dua hari. Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dengan radius bahaya 3 km, dan pada Jumat 11 September AirNav Indonesia menyatakan skenario perubahan rute penerbangan sudah disiapkan jika abu kembali melintasi koridor udara — meski saat itu belum ada rute domestik yang memerlukannya. Kualitas udara di area luar ruang bandara masih di atas ambang aman pada pekan setelah penutupan. Jika penerbangan Anda dibatalkan saat penutupan, Kemenhub mewajibkan maskapai menawarkan refund 100 persen atau rebooking gratis. Selalu cek papan keberangkatan langsung sebelum berangkat.

Selama dua hari pada awal September 2026, bandara tersibuk Indonesia benar-benar berhenti. Abu dari Anak Krakatau — gunung di Selat Sunda sekitar 150 km barat ibu kota — terbawa angin ke timur melewati Banten dan Jakarta, dan memaksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) tutup bersama tujuh bandara lain di Indonesia. Antara 2.961 dan 4.174 penerbangan serta 341.000 hingga 456.000 penumpang terdampak, tergantung angka siapa yang dipakai. Berikut kronologinya, ke mana penerbangan yang dialihkan mendarat, apa hak penumpang, dan apa yang perlu Anda tahu jika punya tiket lewat CGK.

Kronologi penutupan

Waktu (WIB) Kejadian
Jumat 4 Sep, 23.07 WIB Anak Krakatau memulai erupsi menerus di Selat Sunda, sekitar 150 km barat Jakarta.
Sabtu 5 Sep Kolom erupsi bertahan menerus. Abu mencapai sekitar 6.000 m di sisi Jawa dan hingga 15.000 m ke arah Sumatra dan Banten.
Minggu 6 Sep, 00.04 WIB Erupsi menerus berakhir setelah 25 jam. Hujan abu menyelimuti sebagian Jakarta dan Jawa Barat; sekolah dialihkan ke daring.
Minggu 6 Sep, 01.30 WIB Abu vulkanik terdeteksi di Soekarno-Hatta. AirNav menutup ruang udara lewat NOTAM A3344/26 dan CGK menghentikan operasi; tujuh bandara lain menyusul, termasuk Halim Perdanakusuma.
Minggu 6 Sep, 21.00 WIB Bus gratis pertama berangkat dari Soekarno-Hatta menuju bandara alternatif. Posko pendaftaran dibuka di Terminal 1, 2, dan 3.
Senin 7 Sep, 18.00 WIB Penutupan diperpanjang hingga Senin petang karena abu masih bertahan di koridor udara. Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta menampung penerbangan yang dialihkan. Garuda mendaratkan penerbangan Jeddah dan Amsterdam di Kertajati; Kemenhub memerintahkan refund 100 persen atau rebooking untuk tiket yang dibatalkan.
Selasa 8 Sep, lewat tengah malam CGK, Halim, dan tiga bandara daerah kembali dibuka setelah pemeriksaan keamanan rute. 178 pesawat yang terparkir di CGK diperiksa dari kontaminasi abu sebelum terbang.
Selasa 8 Sep, siang CGK telah melayani 324 penerbangan (208 keberangkatan, 116 kedatangan), menuju proyeksi 896 pergerakan dan sekitar 113.000 penumpang. Hari itu ditutup dengan 875 penerbangan — 436 keberangkatan dan 439 kedatangan.
Rabu 9 Sep CGK menjadwalkan 966 penerbangan (722 domestik, 244 internasional) dan sekitar 131.495 penumpang — kembali ke volume hari normal.
Jumat 11 Sep, 06.00 WIB Evaluasi Badan Geologi mencatat 14 kali erupsi Strombolian sejak fase menerus berakhir. Status Level III (Siaga) tetap berlaku.
Jumat 11 Sep AirNav Indonesia menyatakan skenario reroute sudah disiapkan, tetapi belum ada rute domestik yang membutuhkannya karena angin membawa abu menjauh dari CGK. Kemenkes melaporkan PM2,5 di area luar ruang bandara masih di atas ambang aman.

Kenapa abu menutup bandara sejauh 150 km

Pertanyaan yang wajar: bagaimana gunung sejauh itu bisa menghentikan penerbangan di Jakarta? Jawabannya, jarak hampir tidak relevan — yang menentukan adalah arah angin. Anak Krakatau melontarkan abu tinggi ke atmosfer, lalu angin membawanya ke timur, tepat di atas kawasan Jabodetabek.

Abu vulkanik tidak lembut seperti abu kayu. Isinya batuan dan kaca vulkanik yang keras dan abrasif, dan meleleh pada suhu di bawah suhu di dalam mesin jet yang sedang bekerja. Terbang menembusnya membuat kaca itu membeku kembali di bilah turbin, menyumbat aliran udara, dan bisa mematikan mesin di udara. Abu juga menggerus kaca kokpit dan menyumbat sensor yang memasok data kecepatan pesawat. Tidak ada cara aman menembusnya dan tidak ada radar yang andal mendeteksinya — karena itu responsnya sesederhana: berhenti terbang.

Itu pula sebabnya pembukaan kembali butuh waktu lebih lama daripada hilangnya abu. Sebelum CGK beroperasi lagi, koridor udara harus disurvei ulang, petugas darat membersihkan sisa abu dari landasan dan taxiway, dan 178 pesawat yang terparkir di bandara selama penutupan diperiksa satu per satu dari kontaminasi pada mesin dan sensor.

Skala gangguan

  • 8 bandara ditutup, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta.
  • ~2.900 penerbangan dibatalkan, tertunda, atau dialihkan — lebih dari 900 di antaranya di CGK.
  • 340.000+ penumpang terdampak, dengan lebih dari 270.000 tertahan pada puncak gangguan.
  • Kolom abu hingga ~15.000 m (sekitar 50.000 kaki) di sisi Sumatra, dan sekitar 6.000 m di atas Jawa.
  • Dua hari penutupan di CGK, dari Minggu pagi hingga lewat tengah malam Selasa.

Angka-angka itu sebaiknya dibaca sebagai perkiraan, karena hitungan resminya sendiri tidak sama. Otoritas Indonesia sempat menyebut “lebih dari 2.300 penerbangan” dan sekitar 270.000 penumpang untuk periode sampai bandara dibuka kembali. Kementerian Perhubungan belakangan menetapkan 2.961 penerbangan dan sekitar 341.000 penumpang di delapan bandara. InJourney Airports, yang menghitung 5–8 September di jaringannya sendiri, menyebut angka lebih tinggi lagi: 4.174 penerbangan dan 455.754 penumpang. Selisihnya kemungkinan soal definisi “terdampak” dan rentang tanggal yang dipakai — keterlambatan susulan dua hari kemudian bisa dihitung atau tidak — tetapi belum ada angka resmi yang merekonsiliasi ketiganya, jadi perlakukan satu angka tunggal dengan hati-hati.

Empat dari delapan bandara yang ditutup dikelola InJourney: Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara di Bandung, dan Raden Inten II di Lampung. “Keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan operasional,” kata Direktur Utama InJourney Maya Watono setelah seluruh jaringan kembali beroperasi.

Penanganannya bertumpu pada jaringan bandara lain. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menetapkan Semarang dan Surabaya sebagai titik pendaratan alternatif, dengan enam bandara di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta disiapkan menampung penerbangan yang dialihkan. Bus gratis mengangkut penumpang antarkota, dan imigrasi membebaskan denda overstay bagi wisatawan asing yang penerbangannya dibatalkan. “Kami memahami situasi ini memengaruhi rencana perjalanan penumpang,” kata juru bicara bandara Yudhistiawan saat penutupan. “Sejak awal penutupan sementara, kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terpenuhi.”

Ke mana penerbangan itu dialihkan

Ketika CGK tutup, pesawat yang sedang menuju Jakarta tetap harus mendarat di suatu tempat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menetapkan lima bandara alternatif, semuanya diminta beroperasi 24 jam selama masa penutupan. Jika pekan itu Anda berada di penerbangan tujuan CGK, kemungkinan besar di sinilah Anda mendarat.

Bandara Lokasi Yang ditampung
Kertajati (KJT) Majalengka, Jawa Barat Kedatangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Amsterdam. Paling dekat ke Jakarta dari kelimanya, dan tersibuk dalam beberapa tahun terakhir.
Juanda (SUB) Surabaya, Jawa Timur Penerbangan Singapore Airlines, ditambah limpahan internasional dan domestik.
Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, Yogyakarta Penerbangan Singapore Airlines dan limpahan domestik.
Jenderal Ahmad Yani (SRG) Semarang, Jawa Tengah Limpahan domestik; disebut menteri sebagai titik pendaratan alternatif utama.
Adi Soemarmo (SOC) Solo, Jawa Tengah Limpahan domestik, beroperasi 24 jam selama masa penutupan.

Daftarnya tidak seragam antarsumber. Kemenhub menyebut lima bandara di atas; laporan foto detikcom menghitung enam dengan menambahkan Adisutjipto di Yogyakarta; sementara catatan InJourney Airports juga menyebut I Gusti Ngurah Rai di Bali ikut menampung penerbangan. Lima nama di atas adalah yang disepakati semua sumber.

“Kami mendorong penggunaan bandara alternatif agar kami bisa mendistribusikan penumpang yang hendak pulang, dan mereka tidak perlu berlama-lama di negara keberangkatan,” kata Dudy di Soekarno-Hatta, Senin 7 September.

Dari bandara alternatif kembali ke Jakarta

Mendarat di Solo padahal tiket Anda tujuan Jakarta hanya menyelesaikan separuh masalah. InJourney Airports bersama maskapai menyiapkan bus dan kereta api gratis yang menghubungkan Jakarta dengan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Bus pertama meninggalkan Soekarno-Hatta pada pukul 21.00 WIB Minggu 6 September, kurang dari dua puluh jam setelah bandara ditutup.

Penumpang mendaftar di posko yang dibuka di Terminal 1, 2, dan 3 — meja verifikasi di Terminal 1C menangani sebagian besar arus penumpang. Skema Service Recovery Activation yang sama mencakup makanan, minuman, dan area istirahat khusus di terminal bagi penumpang yang menunggu.

Satu catatan: Kertajati, yang menampung kedatangan jarak jauh Garuda, tidak muncul dalam daftar tujuan bus dan kereta gratis yang dipublikasikan. Kami belum menemukan penjelasan resmi, dan penumpang yang mendarat di sana kemungkinan ditangani langsung oleh maskapai. Jika penutupan berikutnya membawa Anda ke bandara di luar keempat kota itu, tanyakan penanganan lanjutan ke maskapai, jangan berasumsi sudah tersedia.

Semua ini bukan layanan tetap. Skema tersebut dirakit khusus untuk penutupan itu, dan penutupan berikutnya memerlukan keputusan yang sama diambil ulang.

Tiket Anda: refund penuh, bukan kompensasi

Dua hal ini sering tertukar, dan bedanya penting. Abu vulkanik termasuk keadaan luar biasa di luar kendali maskapai, sehingga kompensasi keterlambatan tidak berlaku. Pengembalian dana adalah hal yang berbeda, dan itu berlaku.

Pada Senin 7 September Kementerian Perhubungan menginstruksikan seluruh maskapai memberi penumpang yang penerbangannya dibatalkan pilihan yang tegas: refund 100 persen, atau penjadwalan ulang ke penerbangan lain. “Pemerintah memastikan penumpang yang memilih membatalkan penerbangan berhak mendapatkan refund seratus persen,” kata Dudy Purwagandhi. Instruksi itu disampaikan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di bawah Lukman F. Laisa.

Pelajaran praktisnya untuk lain kali: jika penutupan membatalkan penerbangan Anda, pilihannya bukan antara menunggu atau kehilangan uang. Hubungi maskapai — lewat aplikasi atau call center, bukan meja di bandara — dan mintalah refund atau rebooking secara eksplisit.

Apa arti reroute bagi penerbangan Anda

Ditemui di kantor AirNav Indonesia di Tangerang pada Jumat 11 September 2026, Capt. Nurcahyo Utomo, Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia, menyatakan pemantauan gunung dilakukan 24 jam bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BMKG — bukan hanya aktivitas erupsinya, tetapi juga arah angin dan ke mana material vulkanik kemungkinan menyebar.

Jika abu mengancam suatu koridor, responsnya adalah reroute, dan istilah itu terdengar lebih dramatis daripada kenyataannya. Reroute berarti menggeser pesawat menghindari blok ruang udara yang terdampak, bukan mengalihkannya ke tujuan lain. Contoh yang disebut Nurcahyo: penerbangan Jakarta–Palembang digeser sedikit ke utara dari jalur biasanya di sekitar Tanjung Karang. Untuk rute domestik, selisihnya hitungan menit.

Sampai Jumat itu, AirNav menyatakan belum ada rute domestik yang di-reroute, karena angin membawa abu menjauh dari Soekarno-Hatta. Yang lebih terekspos, menurut AirNav, adalah penerbangan internasional yang melintasi kawasan ini — koridor jarak jauh Australia ke Timur Tengah melewati dekat Selat Sunda, dan penerbangan itulah yang berpotensi memutar lebih jauh.

Yang lebih penting bukan jaraknya, melainkan waktunya. AirNav memperbarui informasi aeronautika dalam siklus enam jam pada kondisi normal, dan bisa menerbitkan pembaruan dalam satu jam jika kondisi berubah signifikan. Itu sebabnya NOTAM bisa muncul nyaris tanpa aba-aba: saat penutupan kemarin, AirNav menerbitkan NOTAM A3341/26, A3342/26, dan A3344/26 dalam rentang beberapa jam pada 6 September, dikoordinasikan lewat Indonesia Network Management Center (INMC).

Kapasitas adalah kendala berikutnya. CGK dilayani hingga 81 pergerakan per jam, dan saat dibuka kembali gelombang pertama sengaja diberatkan ke keberangkatan — 61 keluar berbanding 20 masuk — karena parkiran pesawat penuh oleh armada yang tertahan selama penutupan. Antrean di CGK diurai dengan mengosongkan apron lebih dulu, dan itu berguna diketahui jika Anda justru penumpang yang menunggu pesawat datang.

Kesimpulan praktisnya: reroute bukan pembatalan, dan bukan sesuatu yang perlu Anda tindak lanjuti. Yang perlu dicatat adalah siklus keputusannya pendek. Jika Anda terbang dalam beberapa pekan ke depan, cek status penerbangan mendekati jam keberangkatan, bukan semalam sebelumnya.

Aman untuk terbang belum tentu aman untuk dihirup

Uji yang menentukan boleh tidaknya pesawat beroperasi adalah paper test — lembar kertas yang dipasang untuk menangkap partikel abu. Hasilnya negatif di Soekarno-Hatta, Halim, Husein Sastranegara, dan Budiarto sebelum bandara dibuka kembali. Kualitas udara bagi orang di darat adalah soal yang berbeda, dan pemulihannya tidak secepat itu.

Pemantauan Kemenkes pada 8–9 September, yang dirilis 11 September, menemukan PM2,5 sebesar 63 µg/m³ di terminal DAMRI Soekarno-Hatta, jauh di atas ambang aman 25 µg/m³. Beberapa titik luar ruang lain di dan sekitar bandara juga melampaui batas untuk PM2,5 dan PM10. “Mungkin kalau untuk otoritas bandara itu menggunakan paper test untuk keamanan penerbangan, tapi ternyata particulate matter untuk kesehatannya masih tinggi,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Titik-titik yang melampaui ambang berada di luar ruang — dan di situlah Anda terpapar di CGK: area antar-jemput di curbside, halte bus, lahan parkir terbuka, dan jalur berjalan antar terminal. Kemenkes mengimbau penggunaan masker untuk aktivitas luar ruang di area terdampak — masuk akal jika Anda punya asma atau gangguan pernapasan lain, sedang hamil, atau bepergian bersama anak kecil dan lansia. Kami belum menemukan pembaruan angka setelah itu; jika Anda sensitif terhadap kualitas udara, anggap area luar ruang sebagai risikonya dan jangan berasumsi angkanya sudah turun.

Situasi saat ini

CGK beroperasi dengan jadwal normal sejak 8 September. Namun gunungnya belum benar-benar tenang. Anak Krakatau berada di Level III (Siaga), level kedua tertinggi dari empat level di Indonesia, dan PVMBG mempertahankan radius bahaya 3 km dari kawah sambil mengingatkan bahwa potensi erupsi susulan masih tinggi. Erupsi menerus kini sudah kembali ke pola Strombolian yang terputus-putus — semburan sesekali, bukan kolom berkelanjutan.

Evaluasi Badan Geologi hingga pukul 06.00 WIB Jumat 11 September mencatat 14 kali erupsi Strombolian sejak fase menerus berakhir pada 00.04 WIB 6 September, setelah berlangsung 25 jam sejak 23.07 WIB 4 September. Trennya menurun dan status masih Level III pada Sabtu 12 September, tetapi statusnya belum diturunkan dan suplai magma masih terpantau. Sederhananya: erupsi yang menutup bandara sudah berakhir; rangkaian erupsinya belum.

Bagi calon penumpang, artinya risikonya nyata tetapi tidak konstan. Penutupan berikutnya membutuhkan erupsi baru dan angin yang mengarah ke Jakarta pada saat bersamaan. Keduanya tidak bisa diramalkan berminggu-minggu sebelumnya — itu alasan untuk menyiapkan fleksibilitas, bukan untuk membatalkan rencana.

Jika abu mengganggu penerbangan Anda di CGK

  • Cek sebelum berangkat ke bandara. Saat penutupan, terminal adalah tempat terburuk untuk menunggu. Papan keberangkatan dan kedatangan langsung diperbarui lebih cepat daripada email notifikasi maskapai.
  • Hubungi maskapai langsung. Antrean penjadwalan ulang di bandara mencapai berjam-jam; jalur aplikasi dan call center jauh lebih cepat. Maskapai menawarkan rebooking dan refund gratis selama penutupan ini.
  • Minta refund secara eksplisit. Kompensasi keterlambatan tidak berlaku untuk abu vulkanik, tetapi pengembalian dana berlaku — Kemenhub mewajibkan refund 100 persen atau rebooking gratis untuk penerbangan yang dibatalkan selama penutupan ini. Jangan terima voucher jika yang Anda inginkan uang kembali.
  • Pertimbangkan jalur darat. Ketika Jakarta tutup, penerbangan tetap berjalan dari Kertajati, Semarang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta, dan bus serta kereta gratis menghubungkan empat kota itu ke Jakarta. Untuk perjalanan domestik, kereta atau bus ke bandara yang beroperasi bisa lebih cepat daripada menunggu.
  • Pilih asuransi yang menyebut bencana alam. Banyak polis dasar justru mengecualikan gangguan akibat letusan gunung. Baca ketentuannya, jangan berasumsi.
  • Jika tertahan di luar negeri, tanyakan kelonggaran overstay. Imigrasi Indonesia memberikannya pada peristiwa ini; tidak otomatis, tetapi lazim diberikan saat penutupan diumumkan resmi.

FAQ

Apakah Bandara Soekarno-Hatta (CGK) sudah beroperasi normal?

Sudah. Soekarno-Hatta kembali dibuka tepat setelah tengah malam pada Selasa, 8 September 2026, dan sejak itu beroperasi dengan jadwal normal. Penutupan berlangsung sekitar dua hari, dari Minggu 6 September hingga dini hari Selasa 8 September.

Kenapa gunung yang berjarak 150 km bisa menutup bandara Jakarta?

Yang menentukan bukan jarak, melainkan arah angin. Abu vulkanik terdiri dari batuan dan kaca halus yang sangat abrasif dan meleleh pada suhu di bawah suhu kerja mesin jet. Anak Krakatau melontarkan abu hingga sekitar 15.000 meter, lalu angin membawanya ke timur melewati Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Begitu abu terdeteksi di ruang udara dan di darat CGK, satu-satunya pilihan aman adalah menutup bandara.

Berapa penerbangan dan penumpang yang terdampak?

Tergantung angka siapa yang dipakai. Kementerian Perhubungan menyebut 2.961 penerbangan dan sekitar 341.000 penumpang di delapan bandara yang ditutup. InJourney Airports, yang menghitung periode 5–8 September di jaringannya sendiri, menyebut angka lebih tinggi: 4.174 penerbangan dan 455.754 penumpang. Soekarno-Hatta sendiri menyumbang lebih dari 900 penerbangan yang terganggu. Belum ada satu angka resmi yang merekonsiliasi keduanya.

Ke mana penerbangan CGK dialihkan?

Kementerian Perhubungan menetapkan lima bandara alternatif yang semuanya diminta beroperasi 24 jam: Kertajati (BIJB) di Majalengka, Jawa Barat; Jenderal Ahmad Yani di Semarang; Bandara Internasional Yogyakarta; Juanda di Surabaya; dan Adi Soemarmo di Solo. Garuda Indonesia memindahkan kedatangan dari Jeddah dan Amsterdam ke Kertajati, sedangkan Singapore Airlines memakai Surabaya dan Yogyakarta. Sebagian laporan juga menyebut Adisutjipto di Yogyakarta dan I Gusti Ngurah Rai di Bali ikut menampung penerbangan.

Apakah ada transportasi gratis dari bandara alternatif ke Jakarta?

Ada. InJourney Airports bersama maskapai menyiapkan bus dan kereta api gratis yang menghubungkan Jakarta dengan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya. Bus pertama berangkat pukul 21.00 WIB pada Minggu 6 September 2026. Penumpang mendaftar di posko yang dibuka di Terminal 1, 2, dan 3 Soekarno-Hatta. Ini penanganan khusus untuk penutupan tersebut, bukan layanan tetap.

Apakah Anak Krakatau masih erupsi?

Masih, tetapi terputus-putus. Erupsi menerus selama 25 jam berakhir pada 00.04 WIB 6 September, namun Badan Geologi mencatat 14 kali erupsi Strombolian yang lebih kecil hingga pukul 06.00 WIB Jumat 11 September. Gunung masih berstatus Level III (Siaga), level kedua tertinggi dari empat level di Indonesia, dengan radius bahaya 3 km dari kawah, dan PVMBG menyebut potensi erupsi berikutnya masih tinggi.

Apakah penerbangan saya akan di-reroute karena gunung ini?

Bisa jadi, dan itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Menurut AirNav Indonesia, reroute berarti menggeser pesawat menghindari ruang udara terdampak, bukan memutar jauh — contoh yang diberikan adalah penerbangan Jakarta–Palembang yang digeser sedikit ke utara di sekitar Tanjung Karang, selisihnya hitungan menit. Per 11 September 2026 belum ada rute domestik yang di-reroute karena angin membawa abu menjauh dari Jakarta. Koridor internasional jarak jauh yang melintasi kawasan ini, termasuk Australia ke Timur Tengah, yang berpotensi memutar lebih jauh.

Apakah udara di Soekarno-Hatta aman dihirup?

Untuk keselamatan penerbangan, ya — paper test abu vulkanik di CGK sudah negatif sebelum bandara dibuka kembali. Untuk kesehatan, udara luar ruang di bandara masih buruk setelahnya: pemantauan Kemenkes pada 8–9 September 2026 mencatat PM2,5 sebesar 63 µg/m³ di terminal DAMRI, terhadap ambang aman 25 µg/m³. Kemenkes mengimbau penggunaan masker untuk aktivitas luar ruang di area terdampak. Angka yang melampaui batas berada di area luar ruang seperti curbside, halte bus, dan lahan parkir.

Apakah CGK bisa ditutup lagi?

Mungkin saja, tetapi tidak bisa diprediksi. Penutupan terjadi jika erupsi baru bertepatan dengan angin yang membawa abu ke arah Jakarta. Jika Anda terbang lewat CGK dalam beberapa pekan ke depan, cek status maskapai dan papan penerbangan langsung sebelum berangkat ke bandara, dan pertimbangkan asuransi perjalanan yang menanggung bencana alam.

Bagaimana nasib tiket saya jika bandara ditutup karena abu?

Abu vulkanik termasuk keadaan luar biasa di luar kendali maskapai, sehingga kompensasi keterlambatan tidak berlaku. Pengembalian dana berbeda soal — dan itu berlaku. Pada 7 September 2026 Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh maskapai memberi penumpang yang penerbangannya dibatalkan pilihan antara refund 100 persen atau penjadwalan ulang ke penerbangan lain. Imigrasi juga memberi kelonggaran overstay bagi wisatawan asing yang penerbangannya dibatalkan. Hubungi maskapai langsung, jangan menunggu di bandara.

Baca juga